Community Based Tourism Handbook
Community Based Tourism (CBT) atau sama dengan Pariwisata berbasis komunitas adalah sebuah type yang unik dari pariwisata dengan karakteristik yang sedikit berbeda dari pariwisata masal. CBT bukan sebuah pariwisata yang berupa bisnis, bahwa mempunyai maksud untuk memperbesar keuntungan bagi para investor. Agak, itu lebih memprihatinkan dengan dampak dari pariwisata di dalam masyarakat dan lingkungan. CBT muncul dari sebuah Strategi pengembangan masyarakat, digunakan oleh pariwisata sebagai alat untuk kekuatan agar dapat berkelanjutan dari organisasi masyarakat perdesaan yang mana mengatur sumber pariwisata dengan partisipasi dari masyarakat lokal itu sendiri. Bagaimana pun juga, CBT jauh dari kesempurnaan, solusi prepackaged untuk masalah masyarakat. Yang lebih penting lagi,masyarakat seharusnya mempunyai kekuatan untuk memodifikasi atau menangguhkan CBT, seharusnya juga itu tumbuh melebihi kapasitas menajemen dari komunitas atau akan membawa dampak buruk yang tidak terkendalikan.
Beberapa prinsip yang membangun dari konsep CBT, dan jalan komunitas tuan rumah
bisa menggunakan pariwisata sebagai alat untuk pengembangan masyarakat, CBT seharusnya:
1. Dapat dikenali, support dan mempromosikan pemilik komunitas dari pariwisata
2. Terlihat babagian masyarakat dari awal sampai ke setiap aspek
3. Mempromosikan kebanggaan masyarakat
4. Meperbaiki kualitas hidup
5. Menjamin kelanjutan lingkungan
6. Melayani keunikan karakter dan budaya dari wilayah lokalnya
7. Mendorong pembelajaran lintas budaya dan mematuhi perbedaan budaya serta menghormati manusia
8. Mendistribusikan keuntungan antara member dari komunitas
9. Mendistribusikan persentasi dari pendapatan projek komunitas
1.1 Definisi dari Community Based Tourism (CBT)
CBT adalah pariwisata yang menunjukkan lingkungan, sosial dan udaya yang berkelanjutan ke akunnya, itu mengatur dan dari kmounitas itu sendiri, untuk komunitas dengan tujuan memungkinkan pengunjung untuk meningkatkan kesadaran dan pembelajaran tentang komunitas da cara mereka hidup.
beberapa element dari CBT:
1. Alam dan Sumber Budaya
2. Organisasi komunitas3.
3. Manajemen
4. Aktivitas pembelajaran pariwisata dan pelayanan
1.2 Ketentuan dan Definisi dari Tipe Pariwisata yang mirip dengan CBT
1. Ekowisata, merupakan âtanggungjawab perjalananâ di area yang mengandung sumber alam yang mana karakteristik proses endemik dan budaya atau sumber sejarah yang sudah terintregitas ke dalam satu sistem analogical. Itu bertujuan untuk membuat kesadaran antara partai yang bersangkutan atau yang mmebutuhkan dan tindakan penggunakan dari ekosistem sebaliknya. Dan seperti orientasi tehadap partisipasi komunitas sebaik ketentuan dari gabungan pengalaman di pariwisata berkelanjutan dan menajemen lingkungan (The Tourism Authority or Thailand, 1997)
– Element dari Ekowisata
1. Tempat
2. Menajemen
3. Proses dan Aktivitas
4. Partisipasi
– Perbedaan antara Ekowisata dan CBT:
1. CBT, Manajemen yang bertanggung jawab atas lingkungan, sumber alam, sistem sosial dan budaya dengan menjawab kebutuhan dari komunitas.
2. Ekowisata, Menajemen yang bertanggung jawab dari atraksi alam, budaya lokal dan keunikan kualitas dari destinasi.
1.3 CBT dan Perkembangan Masyarakat
CBT dan perkembangan masyarakat bermaksud sebagai alat untuk masyarakat dan konservasi lingkungan. Dengan alasan ini, seharusnya mengajukan pandangan âDengan secara keseluruhanâ (satu dengan meliputi keseluruhan area dari sosial, budaya, ekonomi, lingkungan dan politik untuk analisis kamu dari konten perkembangan masyrakat. Menjelaskan maksud situasi masyarakat akan membantu kamu memaksimalkan kapasitas dari CBT untuk keefektivan fakta dan kelanjutan perkembangan masyarakat.
– 5 Prinsip Aspek dari pengembangan masyarakat:
1. Sosial
2. Budaya
3. Ekonomi
4. Politikal
5. Lingkungan
1.4 Proses dan Fasilitas Perkembangan CBT
– Langkah-langkah dari membangun kapasitas untuk mengatur pariwisata sebagai berikut:
1. Memilih destinasi
2. Melengkapi kemungkinan belajar di perusahaan dengan masyarakat
3. Mengatur visi dan objek dengan masyarakat
4. Mengembangkan rencana untuk persiapan masyarakat mengatur pariwisata
5. Mengatur tujuan organisasi menajemen
6. Mendesign program perjalanan
7. Melatih panduan intrepeksif
8. Pengembangan rencana pemasaran
9. Meluncurkan sebuah program perjalanan
10. Memonitor dan evaluasi proses
Ini versi bahasa Indonesia ya guys…
Termakasih đ
Sumber: Community Based Tourism Handbook By Potjana Suansri