Berbagai Dampak adanya Rural Tourism

0

Beberapa dampak positif dan negatif dari Desa Wisata atau Rural Tourism.
1. Dampak Sosial Ekonomi
Positinya : Dapat menghasilkan sumber baru, alternatif atau mendapatkan pendapatan tambahan dan pekerjaan. Membantu mengurangi kepadatan dan ketidakseimbangan. Selanjutnya mendorong masyarakat untuk aktif dan dampak positif lainnya mengurangi jumlah populasi yang terus meningkat
Negatifnya : Kebocoran ekonomi, kenaikan harga, perpindahan tenaga kerja, mengubah struktur pekerjaan dan megubah pasar lokal.

2. Dampak Budaya
Positifnya : Memperkuat budaya local dan mempengaruhu untuk membanggakan indentitas lokal
Negatifnya : Memproduksi atau mengubah budaya lokal untuk komoditas dan keaslian dari budaya lokal iti sendiri, kemudian merusak budaya warga lokal

3. Physical , Alam
Positifnya : Kontribusi dari konservasi dan perlindungan, membantu pembaharuan dan fungsi kembali properti yang sudah ditelantarkan.
Negatifnya : Perusakan habitat dan banyaknya polusi, sampah dan pencemaran udara.

Desa Wisata ada berbagai Ragamnya, Mau tau?

0

Desa Wisata(Rural Tourism)
Desa wisata atau biasa disebur Rural Tourism merupakan jenis wisata yang berbeda dari yang lain dan dapat terbagi-bagi. Lingkungan desa pun mempunyai cerita yang panjanf untuk dapat mengatur tujuan mereka, yaitu rekreasi dan hubungan simbolis agar dapat memberikan dampak yang penting diantara lingkungan dan aktivitas dari desa tersebut. Dari sekian banyaknya atau 10 hingga ratusan perusahaan dan masyarakat yang memperkasai, beberapa yang terdaftar local maupun regional seperti pengurus pariwisata dan otoritasnya sementara yang lain tidak. Pemandangan desa pun sangat menarik untuk rekreasi dan kesenangan terutama bagi orang-orang elite loh…
– Berbagai ragam dari aktivitas pariwisata :
1. TOURING
– Hiking
– Menunggang kuda dan berkuda
– Bermotor
– Touring ke desa-desa
– Petualangan
– Bersepeda
– Menunggang keledai
– Lintas negara
2. Aktifitas Air
– Memancing
– Berenang
– Wisata terusan
– Rafting
– Berlayar
3. Kegiatan Udara
– Balon udara
– Light Aircraft
– Gantole
4. Aktivitas Olahraga (Sport)
Ada yang modifikasi alam seperti, mendaki bukit dan orintasi. Ada pula yanf modifikasi seperti tenis, golf, dan hunting.
5. Aktifitas Budaya
– Arkeologi
– Studi tentang warisan desa
– Local industri
– Pertanian
– Museum
– Budaya, gastronomi dan liannya
6. Aktivitas kesehatan (Healt)
– Fitnes dan spa
7. Kegiatan Pasif
– Relaksasi di perdesaan
– Studi alam di luar ruangan termasuk potografi
8. Acara ciri khas
– Festival olahraga Desa
– Pertunjuka pertanian
9. Bisni
– Pendorong wisara
– Konvensi skala kecil

Itulah beberapa ragam dari wisata desa 🙂

Apakah Kamu Tau Tentang Desa Wisata Waturaka, Ende?

1

Selamat Malam teman-teman..
Apakah kamu tau Desa Wisata Waturaka? Atau pernahkah kalian mengunjunginya?

Desa Waturaka merupakan desa wisata yang terkenal akan keindahan alam dan budayanya. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu mengatakan Desa Waturaka di Kabupaten Ende, Flores, meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik kategori alam. Desa waturaka sendiri persis berada di bawah kaki gunung Kalimutu dan dikelilingi oleh persawahan sehingga tidak heran jika desa Waturaka disebut sebagai desa yang indah akan alamnya.

Wisatawan yang berkunjung ke desa Waturaka akan dimanjakan dengan keindahan pegunungan yang merupakan salah satu penghasil tanaman Holtikultura terbaik di wilayah NTT.

Apa saja yang ada di Desa Waturaka, yaitu terdapat beberapa wisata alam yang indah seperti danau Kalimutu yang terkenal dengan danau 3 warnanya. Lalu ada air panas Kolorongo, dan air terjun Muru.

Desa Waturaka sangat mengedepankam nilai-nilai budaya setempat. Desa Wisata Waturaka dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan masyarakat dari desa wisata Waturaka. Desa wisata Waturaka memiliki fasilitator yaiti bernama Fernandos CBT dari Swisscontact.
Desa ini sudah berturut-turu mendapat penghargaan dari tahun 2014-2015 lohh… sebagai desa terbaik sekabupaten Ende, Flores. Desa Waturaka sudah terdapat 15 homestay dan keunikan yang ada di desa ini selain keindahan alamnya, Wisatawan akan merasakan ke original dan suasana dari masyarakat asli desa Waturaka. Wisatawan akan disambut dengan hangat oleh masyarakat lokal untuk makan bersama dan disedia homestay untuk menginap bersama masyarakat lokal dari Desa Waturaka.

Nah bagaimana teman-teman, tertarik bukan untuk mengunjungi Desa Waturaka? Semoga bermanfaat yaa… 🙂

Nama Kelompok Desa Waturaka Ende :
1. Annisa Mutia
2. Bella Almira
3. Berliana Puspita
Resume Manajemen Desa Wisata.

Apa itu Community Based Tourism Handbook (CBT) ?

0

Community Based Tourism Handbook
Community Based Tourism (CBT) atau sama dengan Pariwisata berbasis komunitas adalah sebuah type yang unik dari pariwisata dengan karakteristik yang sedikit berbeda dari pariwisata masal. CBT bukan sebuah pariwisata yang berupa bisnis, bahwa mempunyai maksud untuk memperbesar keuntungan bagi para investor. Agak, itu lebih memprihatinkan dengan dampak dari pariwisata di dalam masyarakat dan lingkungan. CBT muncul dari sebuah Strategi pengembangan masyarakat, digunakan oleh pariwisata sebagai alat untuk kekuatan agar dapat berkelanjutan dari organisasi masyarakat perdesaan yang mana mengatur sumber pariwisata dengan partisipasi dari masyarakat lokal itu sendiri. Bagaimana pun juga, CBT jauh dari kesempurnaan, solusi prepackaged untuk masalah masyarakat. Yang lebih penting lagi,masyarakat seharusnya mempunyai kekuatan untuk memodifikasi atau menangguhkan CBT, seharusnya juga itu tumbuh melebihi kapasitas menajemen dari komunitas atau akan membawa dampak buruk yang tidak terkendalikan.

Beberapa prinsip yang membangun dari konsep CBT, dan jalan komunitas tuan rumah
bisa menggunakan pariwisata sebagai alat untuk pengembangan masyarakat, CBT seharusnya:
1. Dapat dikenali, support dan mempromosikan pemilik komunitas dari pariwisata
2. Terlihat babagian masyarakat dari awal sampai ke setiap aspek
3. Mempromosikan kebanggaan masyarakat
4. Meperbaiki kualitas hidup
5. Menjamin kelanjutan lingkungan
6. Melayani keunikan karakter dan budaya dari wilayah lokalnya
7. Mendorong pembelajaran lintas budaya dan mematuhi perbedaan budaya serta menghormati manusia
8. Mendistribusikan keuntungan antara member dari komunitas
9. Mendistribusikan persentasi dari pendapatan projek komunitas

1.1 Definisi dari Community Based Tourism (CBT)
CBT adalah pariwisata yang menunjukkan lingkungan, sosial dan udaya yang berkelanjutan ke akunnya, itu mengatur dan dari kmounitas itu sendiri, untuk komunitas dengan tujuan memungkinkan pengunjung untuk meningkatkan kesadaran dan pembelajaran tentang komunitas da cara mereka hidup.
beberapa element dari CBT:
1. Alam dan Sumber Budaya
2. Organisasi komunitas3.
3. Manajemen
4. Aktivitas pembelajaran pariwisata dan pelayanan

1.2 Ketentuan dan Definisi dari Tipe Pariwisata yang mirip dengan CBT
1. Ekowisata, merupakan “tanggungjawab perjalanan” di area yang mengandung sumber alam yang mana karakteristik proses endemik dan budaya atau sumber sejarah yang sudah terintregitas ke dalam satu sistem analogical. Itu bertujuan untuk membuat kesadaran antara partai yang bersangkutan atau yang mmebutuhkan dan tindakan penggunakan dari ekosistem sebaliknya. Dan seperti orientasi tehadap partisipasi komunitas sebaik ketentuan dari gabungan pengalaman di pariwisata berkelanjutan dan menajemen lingkungan (The Tourism Authority or Thailand, 1997)
– Element dari Ekowisata
1. Tempat
2. Menajemen
3. Proses dan Aktivitas
4. Partisipasi
– Perbedaan antara Ekowisata dan CBT:
1. CBT, Manajemen yang bertanggung jawab atas lingkungan, sumber alam, sistem sosial dan budaya dengan menjawab kebutuhan dari komunitas.
2. Ekowisata, Menajemen yang bertanggung jawab dari atraksi alam, budaya lokal dan keunikan kualitas dari destinasi.

1.3 CBT dan Perkembangan Masyarakat
CBT dan perkembangan masyarakat bermaksud sebagai alat untuk masyarakat dan konservasi lingkungan. Dengan alasan ini, seharusnya mengajukan pandangan “Dengan secara keseluruhan” (satu dengan meliputi keseluruhan area dari sosial, budaya, ekonomi, lingkungan dan politik untuk analisis kamu dari konten perkembangan masyrakat. Menjelaskan maksud situasi masyarakat akan membantu kamu memaksimalkan kapasitas dari CBT untuk keefektivan fakta dan kelanjutan perkembangan masyarakat.
– 5 Prinsip Aspek dari pengembangan masyarakat:
1. Sosial
2. Budaya
3. Ekonomi
4. Politikal
5. Lingkungan

1.4 Proses dan Fasilitas Perkembangan CBT
– Langkah-langkah dari membangun kapasitas untuk mengatur pariwisata sebagai berikut:
1. Memilih destinasi
2. Melengkapi kemungkinan belajar di perusahaan dengan masyarakat
3. Mengatur visi dan objek dengan masyarakat
4. Mengembangkan rencana untuk persiapan masyarakat mengatur pariwisata
5. Mengatur tujuan organisasi menajemen
6. Mendesign program perjalanan
7. Melatih panduan intrepeksif
8. Pengembangan rencana pemasaran
9. Meluncurkan sebuah program perjalanan
10. Memonitor dan evaluasi proses

Ini versi bahasa Indonesia ya guys…
Termakasih 🙂

Sumber: Community Based Tourism Handbook By Potjana Suansri

Apa Itu Pemberdayaan Masyarakat?

0

Pemberdayaan Masyarakat

A. Definisi Pemberdayaan Masyarakat
Pengertian dasar pemberdayaan atau memberdayakan adalah mendirikan dan memampukan masyarakat sekitar. Secara terminologi arti kata “Pemberdayaan” diambil dari Bahasa Inggris yaitu “Empowerment” dari kata dasar ‘power’ berarti daya atau ‘kekuatan’. Namun secara konseptual , pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat, dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.

So, dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa :
“Pemberdayaan merupakan upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan/daya pihak-pihak yang kurang/tidak berdaya”

Pemberdayaan selalu mengandung arti bahwa,
– Pengurangan atau pemindahan power atau upaya melakukan disempowerment pihak-pihak yang memiliki power
– Penyerahan atau penambahan power kepada pihak-pihak yang diberdayakan
Pemberdayaan essensinya merupakan pemberdayaan. Ini berarti bahwa semakin mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, lebih berdaya menolong dirinya sendiri, semakin berperan dalam memperkuatkan kohesi sosial dalam tatanan masyarakat yang lebih baik, semakin berdaya saing dalam tatanan masyarakat ekonomi yang lebih.

1. Upaya dari pemberdayaan ini dapat dikatakan sebagai :
a. Memberikan daya atau kekuatan kepada seseorang atau kelompok
b. Membiarkan mereka untuk menguasai serta menggunakan kekuatan atau daya
c. Pemberdayaan dapat pula dimaknai sebagai upaya distribusi-ulang daya atau kekuatan

2. Pilar dari Pemberdayaan
a. Pemungkinan (enabling)
b. Penguatan (strengthening)
c. Perlindungan (protecting)
Disini berarti dengan adanya pemberdayaan tersebut kita dapat memungkinkan suatu desa wisata tersebut untuk terus berkembang dan maju atau semakin berdaya. Dengan adanya penguatan berarti kita dapat menguatkan dengan melakukan berbagai cara agar desa wisata yang sudah berdaya terus kuat untuk tetap berdaya. Kemudian perlindungan dengan sudahnya dikuatkan dan berdaya bukan berarti sudah cukup kita harus tetap melindungi dengan melakukan cara agar desa wisata tersebut bisa berdaya.

3. Prinsip Pemberdayaan
a. Kepemimpinan
b. Kemitraan
c. Patungan
d. Keswadayaan

Semoga Bermanfaat buat teman-teman 🙂