Monitoring dan Evaluasi Terhadap Community Based Tourism (CBT)

0

Monitoring dan Evaluasi
1. Pengertian Monitoring
Monitoring merupakan subuah tindakan yang direncanakan sejak awal untuk memberikan informasi sebab atau akibat dari kebijakan pelaksanaan kegiatan yang sedang berlangsung. Jadi monitoring diperlukan sejak awal agar dapat mengantisipasi kesalahan-kesalahan dari kegiatan tersebut sehingga dapat mengurangi resiko yang lebih besar.
2. Pengertian Evaluasi
Evaluasi merupakan penilaian dari sebuah kebijakan dari pelaksanaan kegiatan yang sudah dilakukan, jadi untuk menilai apakah kegiatan tersebut sudah berjalan sesuai dengan rencana awal dan apakah ada perubahan-perubahan dari kegiatan tersebut agar ke depannya tidak ada lagi kesalahan-kesalahan yang sama dan sejauh mana kegiatan tersebut telah tercapai.

Monitoring
A. Masyarakat harus berperan aktif falam mengelola sebuah desa wisata
1. Berapakah jumlah masyarakat yang terlibat
2. Bagaimana struktur organisasinya

B. Masyarakat harus dilibatkan dalam mengambil keputusan bersama
1. Apakah masyarakat menjadi bagian dalam setiap keputusan bersama
2. Apakah pendapat masyarakat ikut di pertimbangkan

C. Adanya pembagian pendapatan masyarakat yang merata
1. Berapakah jumlah pendapatan masyarakat
2. Apakah pembagian pendapatan tersebut dibagi seacara merata
3. Apakah semua masyarakat terkena dampak ekonomi

D. Masyarakat mendapat peluang kerja yang sama
1. Berapa jumlah pekerjaan yang muncul
2. Berapa jumlah masyarakat yang terlibat

Evaluasi
1. Apakah masyarakat sudah turut berperan aktif dalam mengelola sebuah desa wisata?
a. Tidak semua masyarakat terlibat hanya beberapa saja yang turut aktif dalam keterlibatan mengelola desa wisata karena tidak semua masyarakat mau (70% masyarakat yang terlibat)
b. Sudah terbentuk struktur organisasi yang sesuai dengan kemampuan masyarakatnya

2. Apakah masyarakat sudah dapat menentukan keputusan yang mereka tentukan bersama?
a. Semua masyarakat yang terlibat atau berperan aktif sudah menjadi bagian dalam setiap keputusan bersama
b. Semua kalangan mendapat kesempatan yang sama untuk berpendapat

3. Apakah masyarakat sudah mendapatkan pendapatan yang merata?
a. Jumlah pendapatan tiap masyarakat
b. Pembagian pendapatan sudah sesaui dengan jobdesk masing-masing
c. Mayoritas masyarakat sudah mendapat dampak ekonomi

4. Apakah masyarakat sudah mendapatkan peluang kerja yang sama?
a. Jumlah pekerjaan yang muncul meningkat dari bulan ke bulan
b. Semua masyarakat yang turut berperan aktif

Terimkasih, semoga bermanfaat 🙂

Diskusi Kelembagaan di Desa Wisata

0

Manajemen Desa Wisata

Nama Anggota :
1. Annisa Mutia
2. Alyaa Zuleika
3. Berliana Puspita Sari
4. Faida Novian Ulfa
5. Rahmadani Ilham Prastiwi
Kelas / Prodi : B / D3 Kepariwisataan

Diskusi

1. Struktur organisasi seperti apakah yang peru untuk pengembangan Desa Wisata
dan siapa saja yang perlu terlibat?
2. Coba jelaskan 2 buah Desa Wisata yang bagus kelembagaannya dan mengapa?

Jawaban :

1. Bagan Struktur Organisasi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang Ideal

image_6483441.JPG

Penjelasan struktur bagan :
A. Pembina :
ď‚· Kepala Desa

ď‚· Berperan sebagai penanggung jawab segala aktivitas yang ada di wilayah Desa
Wisata dan mengarahkan sekaligus membina agar exsistensi organisasi atau
lembaga selalu berkualitas.

B. Penasehat :
ď‚· Kepala Dinas Pariwisata
ď‚· Penasehat diperlukan dalam sebuah struktur organisasi karena dalam hal ini
penasehat bertugas sebagai pihak netral dimana bila suatu waktu dalam
organisasi terjadi permasalahan maka penasehat akan membantu memberi
solusi. Penasehat tidak terhubung langsung pada divisi yang ada di bagan.

C. Ketua :
ď‚· Ketua bertanggungjawab atas seluruh kegiatan yang berlangsung dan
menerima laporan pertanggungjawaban dari divisi dibawahnya. Ketua
bertugas mengarahkan anggotanya dan memimpin musyawarah yang mufakat.

D. Wakil :
ď‚· Bertugas mengawasi dan mengontrol pelaksanaan kegiatan agar dapat
mencapai pencapaian yang maksimal.

E. Sekretaris :
ď‚· Sekretaris bertanggungjawab atas kegiatan surat menyurat dan membantu
ketua dalam hal administrasi organisasi.

F. Marketing :
ď‚· Bertugas sebagai bagian yang memperkenalkan suatu perusahaan kepada
masyarakat, melalui produk yang dibuat oleh Desa Wisata tersebut.
ď‚· Bertugas dalam menghasilkan pendapatan bagi Desa Wisata dengan cara
menjual produk ( barang atau jasa) Desa Wisata tersebut.

G. Bendahara :
ď‚· Bendahara bertanggungjawab atas keuangan organisasi dan bertugas
membuat juga memberikan laporan pertanggungjawaban kepada ketua.

H. Sie Konsumsi :
ď‚· Sie Konsumsi bertanggungjawab untuk segala keperluan makan dan minum
wisatawan yang datang.

I. Sie Homestay :
ď‚· Sie Homestay bertanggungjawab memonitoring dalam hal kebersihan dan
kerapian dari homestay baik kamar tidur ataupun kamar mandi.

J. Sie Kreasi :
ď‚· Sie Kreasi bertanggungjawab membuat paket wisata,memandu kegiatan wisata
dan memastikan kegiatan berlangsung lancar.

K. Sie P2K3 :
ď‚· Sie P2K3 bertanggungjawab atas keselamatan dan kebersihan selama kegiatan
wisata berlangsung.

L. Sie UKM :
ď‚· Sie UKM bertanggungjawab atas produksi dan penjualan dari produk yang
dihasilkan.
M. Sie Keamanan :
ď‚· Bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terhadap
pengunjung sehingga tercipta suasana nyaman.

N. Sie Akomodasi :
ď‚· Bertugas pada pelayanan para tamu dan menyediakan segala keperluan yang
dibutuhkan para tamu atau wisatawan.

O. Sie Humas dan publikasi :
ď‚· Bertugas melaksanakan analisis dan penyiapan rancangan dalam bidang
hubungan masyarakat.
ď‚· Bertugas melaksanakan inventarisasi dan mengolah data, menyiapkan bahan
penyusunan rancangan kebijakan penyelenggaraan publikasi.

2. 2 buah Desa Wisata yang Bagus Kelembagaannya
ď‚· Struktur Lembaga Desa Wisata yang baik
Desa Wisata Panglipuran, Bali
hipwee-Desa-penglipuran-750x422

Deswis Panglipuran, Bali memiliki kelembagaan organisasi yang
terstruktur dengan jelas namun tidak terlalu rumit juga untuk dimengerti
karena hanya poin-poinnya saja. Berikut adalah contoh struktur di Desa
Wisata Penglipuran, Bali.
Desa Penglipuran memiliki struktur organisasi :

Prajuru
Desa

Juru Tulis /
Sekretaris

Hansip /
Pecalang
Seka
Peratengan
BendaharaSekaa Baris,
Gong.

Keterangan Struktur Organisasi
Desa Wisata Panglipuran struktur organisasi yang dibentuk sangat
terstruktur dengan baik. Menjadi anggota-anggota pengurus Desa Wisata
Penglipuran di Bali ini tidak semudah menyalonkan diri tetapi harus melewati
atau melalui dengan berbagai persyaratan, seperti :
1. Mampu melaksanakan tugas-tugas secara umum
2. Memiliki pengetahuan tentang agama dan adat istiadat setempat.
3. Dapat hidup bermasyarakat.
Struktur kepengurusan nya disebut dengan “Hulu Apad”. Anggota-
anggota yang ada di Desa Wisata Penglipuran disebut dengan “Prajuru Desa”
yang diikuti atau dibantu oleh wakil-wakilnya di mana ini terbentuk dengan
tujuan untuk keperluan mengatur anggota atau krama, baik dengan Tuhan
sebagai pencipta, dengan lingkungan tempat tinggalnya dan dengan anggota
lainnya atau krama lainnya. Istilah prajuru desa adat untuk di daerah Bali tidak
sama antara desa yang satu dengan desa yang lainnya, karena antara desa yang
satu dengan desa yang lain tersebut mempunyai tata cara atau sistem sendiri-
sendiri yang di kenal dengan desa mawacarai.
Desa Penglipuran memiliki struktur organisasi. Ada 4 bagian, yaitu:
1. LPD (Lembaga Perkreditan Desa)
2. Sekaa Peratengan; memiliki arti juru masak

3. Hansip; merupakan kedinasan yang membawa senjata pentung
4. Pecalang; memiliki arti keamanan
Masyarakat di Desa Penglipuran harus memilih 1 organisasi.
Dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ada 4 bagian, yaitu:
1. Sekaa Gong; memiliki arti gamelan. Masyarakatnya memakai pakaian
loreng-loreng atau kotak-kotak dan membawa keris
2. Sekaa Baris; memiliki arti penari
3. Sekaa Teruna Putra Yudha; berisi para lajang. Jika karang taruna tersebut
bagi yang telah menikah

ď‚· Struktur Lembaga Desa Wisata yang buruk
Desa Wisata Kasongan, Bantul
kasongan1 (1)
Struktur Organisasi di Kasongan :
20180314_162022-1
Desa ini dapat dikatakan desa yang tidak bagus dalam
kelembagaannya, Mengapa? Lembaga yang ada di Desa Kasongan merupakan
lembaga yang bergerak menangani usaha-usaha kerajinan yang dikelola oleh
masyarakat setempat. Masalah yang terjadi di Desa Kasongan ini adalah
masyarakatnya tidak mau melakukan inovasi dalam mengembangkan desa
wisata Kasongan, masyarakat hanya bekerja untuk meneruskan bisnis
keluarga. Maka dari itu dibentuklah lembaga pemberdayaan masyarakat untuk
memberikan penyuluhan terhadap masyarakat. Lembaga tersebut adalah UPT
Pengembangan Keramik Kasogan. Masyarakat di Desa wisata Kasongan lebih

mengutamakan bisnis usaha keluarga mereka dibandingkan untuk
mengembangkan desa wisata Kasongan.
UPT Pengembangan Keramik Kasongan ini memiliki program yaitu
untuk mengelolaan memberdayakan masyarakat untuk turut serta memajukan
desa wisata Kasongan dalam usaha kerajinan gerabah. UPT Pengembangan
Keramik Kasongan didirikan pada tahun 2001 dimana pada waktu itu banyak
sekali masyarakat yang mengelola usaha-usah kerajinan sehingga diperlukan
adanya suatu lembaga yang mengelola usaha-usaha kerajinan yang ada di
Kasongan. UPT tersebut mempunyai am kerja dari jam 8 pagi hingga jam 3
sore. Tetapi adanya UPT Pengembangan Keramik Kasongan tidak dapat
memaksimalkan masyarakat sekitar karena masyarakat sekitar tidak memperdulikan adanya desa wisata mereka hanya ingin usaha mereka dapat terjual. Bukan hanya itu saja tetapi bagian dari produksi gerabah pun tidak begitu diperhatikan oleh UPT ini. Banyak masyarakat yang ingin berpindah kerja dari pengrajin gebarah ke pekerjaan yang lebih menguntungkan.

Ayo berkunjung ke Desa Wisata Ngringinan!

0

Hallo teman-teman,
Disini saya akan menceritakan tentang Desa Wisata Ngringinan, Penasaran? Yukk dibaca hehe..

Desa Ngringinan merupakan desa wisata yang baru berjalan sealam satu tahun, jadi masih terkesan baru tetapi sudah banyak loh yang datang berkunjung ke desa wisata Ngringinan. Karena atraksi utamanya adalah Gereja Ganjuran maka desa wisata Ngingrinan lebih dikenal sebagai desa wisata Ganjuran.

How to get there?
Desa wisata Ganjuran terletak di Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. Kalau dari Yogyakarta akan memakan waktu sekitar kurang lebih 1 jam. Kalian kesana bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bisa naik kendaraan umum dari terminal Giwangan. Lokasinya pun tidak sulit untuk dijangkau jadi gaperlu khawatir akan kesasar ya kan udah ada teknologi Gmaps hehe… Setelah sampe dilokasi kita akan disambut dengan hangat oleh pengelola dan masyarakat lokal.

Apa yang akan kita dapatkan di Desa Wisata Ngringinan?
Suasana di desa Ngringinan ini sangat menenangkan karena jauh dari perkotaan. Di desa wisata Ngringinan ini menyediakan 3 paket untuk wisatawan, Paket selama 3 jam, 5jam dan 7jam. Di desa wisata Ngringinan pun sudah menyediakan beberapa homestya sehingga wisatawan bisa berlama-lama atau menginap di desa ini. Desa wisata Ngringinan baru diresmikan sebagai desa wisata pada tahun 2017. Jadi belum banyak orang yang tau tentang desa wisata ini. Disini kita diajak menelusuri desa wisata Ngringinan yang terdapat banyak atraksi wisata salah satunya adalah Ziarah ke Gereja Ganjuran. Kita disini juga bisa melakukan outbond, memasak maduwongso bersama masyarakat lokal, dan terdapat festival rakyat seperti bersih desa.

Apasih keunikan Desa Wisata Ngringinan?
Suatu destinasi wisata pasti ada keunikan tersendiri, sama halnya seperti di desa wisata Ngringinan. Atraksi yang paling utama di desa ini adalah Gereja Ganjuran. Bukan hanya sebagai atraksi wisata saja tetapi sebagai salah satu keunikan yang ada di desa Ngringinan. Gereja Ganjuran merupakan peninggalan Belanda yang merupakan tempat beribadah untuk agama Katholik. Gereja Ganjuran ini juga merupakan perpaduan atau akulturasi dari Jawa dan Hindhu, bisa dilihat dari Candi yang ada di gereja Ganjuran dan patung Yesus yang berpakaian Jawa.
Yang selanjutnya adalah Candi Ganjuran, candi ini merupakan tempat berdoanya umat Katholik karena didalamnya terdapat patung Yesus. Candi ini didirikan di sudut gereja, kalau dari pintu masuknya paling pojok. Candi ini dibuat terbuka agar siapapun bisa berdoa kepada Tuhan dan kalo kalian tau jika hari libur atau minggi bisa sampe 250 orang yang beribadah, Wow bukan? Hehe…
Keunikan yang lainnya yaitu makanan khas dari desa wisata Ngingrinan yaitu Madumongso. Jika kalian pecinta kuliner di desa ini punya loh makanan khasnya. Kalian juga bisa merasakan sensasi memasak madumongso bersama masyarakat lokal disini. Madumongso ini terbuat dari tape ketan sebagai bahan utamanya. Harganya pun tidak begitu mahal mulai dari 7.000-35.000 ribu saja lohh. Kalau untuk cita rasanya ada yang asem ada yang original dan pastinya enakk hehe..

Nahh tipss nihh untuk bisa mengunjungi desa wisata Ngringinan,
Pertama persiapkan kendaraan mu yaa, karena kedelamatan itu nomer satu. Kemudia berangkatlah pagi-pagi sebelum macet didaerah kota dan agar tidak kepanasan dijalan.
Jangan lupa untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan yaa seperti tidak membuang sampah sembarangan. Dan berperilakulah yang sopan dan baik kepada masyarakat lokal agar kamu bisa puas mengunjungi desa wisata Ngingrinan dan masyarakatnya pun ikut senang.

Sekiann kutipan pengalaman saya selama berkunjung ke Desa Ngingrinan. Saya juga sangat berterimakasih kepada bapak Widu Kuntoro dan ibu Andriani yang sudah menjelaskan tentang Desa Wisata Ngingrinan.
Sekian dan Terimakasih. Salam Pesona Indonesia!

Haruskah Aku Berlari?

0

Kau berlari terus menerus tanpa berbelok ataupun menengok. Kau tak melihat apapun selain berkata aku akan sampai pada tujuanku.
“Apa kau tak lelah duhai kawanku?” Kataku.
Aku tidak akan pernah lelah mencari tujuan. Aku tak pernah berhenti untuk terus mencari dan terus mencari sampai ku akan berkata “Aku menemukannya.”
Seketika tanpa ia sadari, ia terus berlari tanpa lelah. Dibelakang ada sebuah mobil yang amat sangat melaju dengan kencang. Tertabraklah ia, lalu terbaringlah ia di tengah-tengah jalanan yang lurus. Ia pun berkata “Temanku, aku sudah lelah.”
“Katamu kau tak akan pernah lelah duhai kawanku?”
“Aku ingin tidur, walau hanya sebentar.”
“Tidurlah duhai kawanku…”
Sejam berlalu, dua jam berlalu, sampai akhirnya ia tidak bernafas lagi.
Ingatlah kawan, kau tak perlu berlari hanya karena tujuanmu yang kau sendiri tak tau. Karena ketika kau menghadapi satu masalah pasti kata Lelah akan selalu terucap. Beristirahatlah sebentar, berpikirlah dengan yakin sampai kau tau kau akan kemana, kemudian berlari lah dan menengoklah sebentar liatlah bagaimana keadaan sekitarmu, kemudian berlari dengan diiringi doa. Dan kau pasti akan mencapai tujuanmu.

Sekian.
-Annisa Mutia-

Kau yang Sedang merindu

0

Maksud hati tak ingin merindu,
Tapi apa dikata hati tak pernah berkata bohong
Ingin ku sampaikan pesan ini
Agar hati tak bergejolak seakan-akan ingin berkata
Tapi pesan ini hanyalah “angan-angan” yang tak akan pernah tersampaikan,
Atau mungkin tersampaikan namun tak terbalas
Kenapa kau harus merindu?
Disaat ada yang lebih merindukanmu daripada kau merindukan pesan yang tak akan terbalas
Ingatlah engkau, ada seseorang yang memanggilmu bahwa Tuhanmu amat cemburu jika kau merindukan yang lain selain Dia.
Merindulah pada-Nya
Berdoalah pada-Nya
Cintailah amat sangat pada-Nya
Karena nantinya mungkin pesanmu akan berbuah manis
Dan hatimu tak akan pernah patah
Pada seseorang yang tepat dari pemberian-Nya

– Annisa Mutia

Karakter Dewi Kunti dalam Pewayangan Mahabarata, Apakah mirip dengan kamu??

0

Apakah kalian tau bagaimana karakter Dewi Kunti dalam pewayangan?

A. Ciri-ciri fisik Dewi Kunti dalam pewayangan,
klasik_kunti

     Dewi Kunti tergolong tokoh putren luruh dengan posisi muka tumungkul, bermata liyepen, hidung lancip dan dengan mulut salitan. Bermahkotakan gulung keling dengan hiasan jamang sadasaler, sumping prabangayun. Tubuh dewi Kunti berbusana putren dengan memakai semekan, pinjung dan sampir bermotif bludiran. Dodot yang dipakai bermotif parang rusak seling gurdha dengan kain panjang bermotif cindhe puspita. Ada penggambaran sinom yang menghiasi dahinya. Tokoh Dewi Kunti ditampilkan polos tanpa perhiasan. Umumnya muka dan badannya gembleng.

B. Asal Muasal Dewi Kunti

            Dewi Kunti merupakan tokoh perempuan dalam pewayangan yang setia di dalam cerita Mahabaratha. Dewi Kunti memiliki 5 anak yaitu Pandhawa (Yudistira,Bima,Arjuna,Nakula dan Sadewa). Dahulu nama kecil dari Dewi Kunti adalah Perta. Dewi Kunti memiliki karakter sebagai putri yang memiliki budi pekerti luhur, berbakti kepada kedua orang tuanya dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama. Dewi Kunti ini merupakan anak dari Surasena yaitu raja wangsa Yadewa. Namun pada saat Dewi Kunti masih kecil, ia dipungut atau diasuh oleh raja Kuntiboja. Karena raja tersebut tidak bisa memiliki anak maka dari itu raja Kuntiboja memungut Dewi Kunti untuk dijadikan sebagai anaknya. Dan karena itu juga akhirnya nama Perta berubah menjadi Kunti yang berarti anak dari raja Kuntiboja. Dewi Kunti memiliki saudara seperti Basudewa, ayah dari Baladewa, dan Sembrada.

C. Cerita singkat tentang Dewi Kunti

         Sebelum Dewi Kunti menikah, ia memiliki anugerah yang diberikan kepada Resi Durwasa karena Dewi Kunti sudah berbaik hati memberikan makanan yang lezat kepada Resi tersebut pada saat Resi Durwasa datang mengunjungi Raja Kuntiboja. Karena kebaikan hati dari Dewi Kunti, Resi Durwasa memberikan ajian atau sebuah mantra Aji Gineng. Mantra tersebut merupakan anugerah yang diberikan untuk Dewi Kunti yang nantinya akan menyelamatkan kelangsungan Dinasti Bharata. Saat Dewi Kunti sudah beranjak dewasa, ia penasaran dengan ajian atau anugerah yang diberikan oleh Resi Durwasa pada waktu itu. Dewi kunti amat sangat ingin tau apakah mantra tersebut ampuh atau tidak sehingga ia memcoba untuk menguji keampuhan dari mantra tersebut. Dewi Kunti mulai memperhatika Dewa Surya dan kemudian memanggilnya. Dewi Kunti menggunakan mantra Aji Gineng, akibatnya Dewi Kunti mendapatkan anugerah yaitu seorang anak laki-laki. Karena pada waktu itu Dewi Kunti belum bersuami akhirnya anak anugerah dari mantra tersebut ia hanyutkan ke sungai Gangga. Dewi Kunti menikah dengan Raden Pandu dan memiliki 3 anak yang bernama Yudistira, Arjuna dan Bima. Ia pun menjadi ibu asuh dari Nakula dan Sadewa sebagaimana anaknya sendiri . Nakula dan Sadewa merupakan anak dari istri kedua Raden Pandu yaitu Dewi Madrim.

                Sebelum perang Baratayudha  dimulai, Kunti diberitahu oleh Krisna tentang anaknya yang ia hanyutkan di sungai Gangga. Dewi kunti diberitahu bahwa Adipati Karno adalah putranya dari Dewa Surya. Sebenarnya Dewi Kunti sudah menduganya dari anting dan baju yang dipakai Adipati Karno. Anting dan baju tersebut merupakanj pemberian dari Dewa Surya yang dihayutkan bersama Adipati Karno pada saat masih bayi. Dengan rasa rindu dan berdosa Dewi Kunti menemui Adipati Karno yang sedang bersemedi di tepi sungai Gangga. Ia menunggu sampai Adipati Karno selesai melakukan persemediaannya. Adipati Karno yang melihat seorang wanita bangsawan kemudia menghampiri Dewi Kunti dan menanyakan maksud atau tujuannya. Mereka memulai berbicara empat mata dan Dewi Kunti pun menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Adipati Karno. Dewi kunti dengan tangisan pilunya memohon kepada Adipati Karno untuk kembali dan berkumpul kepada saudara-saudaranya. Akan tetapi karena Adipati Karno sudah terikat janji setia kepada Duryudana yang telah mengangkat harkat dan mertabatnya dari seorang sudra anak kusir yang dihina menjadi seorang bangsawan yang terhormat. Akan tetapi Adipati Karno berjanji kepada Ibunya Dewi Kunti tidak akan memerangi saudara-saudaranya kecuali Arjuna dan tetap menjadikan Pandawa tetap lima.

D. Akhir kisah hidup dari Dewi Kunti

                Setelah  perang Baratayudha berakhir, Dewi Kunti berpamitan kepada anak-anaknya untuk meninggalkan keduniawian dan lebih mendekatkan dirinya kepada Sang Hyang Widhi bersama dengan Drestarastra dan Gandari. Dewi Kunti akhirnya meninggalkan istana untuk pergi menuju hutan ditepian sungai Gangga. Pada saat kebakaran di hutan Dewi Kunti dan sepupunya yang ikut bertapa akhirnya meninggal akibat dari kebakaran hutan tersebut.

E. Sifat-sifat Dewi Kunti Baik dan Buruknya

             Nah itu merupakan cerita dan keunikan dari Dewi Kunti yang memiliki anugerah dapat mempunyai anak tanpa melakukan hubungan badan. Kemudian sifat yang sangat mirip dengan saya sang penulis blog ini adalah penurut terutama dengan orangtuanya. Dewi Kunti pada saat masih kecil sangat nurut dengan orangtuanya baik orangtua aslinya maupun Raja Kuntiboja orangtua angkatnya. Kemudia Dewi Kunti sangat setia kepada Raden Pandu, begitupun dengan saya. Saya adalah orang yang setia kepada pasangan walaupun sekarang saya tidak memiliki seorang pasangan hehe.. kemudian sifat yang sangat mirip dengan saya adalah Dewi Kunti sangat keibuan dalam merawat anak-anaknya baik itu anak aslinya dengan Raden Pandu maupun anak asuhnya dari istri kedua Raden Pandu. Saya suka sekali merawat anak kecil yaitu saudara maupun keponakan saya. Dahulu saya merawat keponakan saya selama beberapa tahun dan dari situlah timbul rasa keibuan saya sampai sekarang dengan penuh kasih sayang.

            Dari beberapa sifat baiknya Dewi Kunti tedapat sifat buruknya yang benar-benar mirip dengan saya yaitu rasa penasaran yang tinggi dan asal main coba-coba saja. Dewi Kunti sangat penasaran dengan matra yang diberikan oleh Resi Durwasa. Begitupun dengan saya yang suka sekali penasaran dengan segala hal di dalam hidup saya yang tidak jarang saya sering menyesal telah mencoba mencari tau tentang rasa penasaran saya.

F. Selesai…..

Yappp…. Sekian cerita kemiripan saya dengan tokoh pewayangan Dewi Kunti. Bagaimana dengan kalian apakah ada kemiripan??

Semoga dari cerita Dewi Kunti diatas dapat kita pelajari hikmahnya yaa teman-teman Sekian dan Terimakasih.

G. SUMBER

nuradiwibowo02.blogspot.com
http://id.m.wikipedia.org>wiki>kunti
https://wayang.wordpress.com>dewi-kunti
https://m.facebook.com>albert-usada<img klasik_kunti

Berbagai Dampak adanya Rural Tourism

0

Beberapa dampak positif dan negatif dari Desa Wisata atau Rural Tourism.
1. Dampak Sosial Ekonomi
Positinya : Dapat menghasilkan sumber baru, alternatif atau mendapatkan pendapatan tambahan dan pekerjaan. Membantu mengurangi kepadatan dan ketidakseimbangan. Selanjutnya mendorong masyarakat untuk aktif dan dampak positif lainnya mengurangi jumlah populasi yang terus meningkat
Negatifnya : Kebocoran ekonomi, kenaikan harga, perpindahan tenaga kerja, mengubah struktur pekerjaan dan megubah pasar lokal.

2. Dampak Budaya
Positifnya : Memperkuat budaya local dan mempengaruhu untuk membanggakan indentitas lokal
Negatifnya : Memproduksi atau mengubah budaya lokal untuk komoditas dan keaslian dari budaya lokal iti sendiri, kemudian merusak budaya warga lokal

3. Physical , Alam
Positifnya : Kontribusi dari konservasi dan perlindungan, membantu pembaharuan dan fungsi kembali properti yang sudah ditelantarkan.
Negatifnya : Perusakan habitat dan banyaknya polusi, sampah dan pencemaran udara.

Desa Wisata ada berbagai Ragamnya, Mau tau?

0

Desa Wisata(Rural Tourism)
Desa wisata atau biasa disebur Rural Tourism merupakan jenis wisata yang berbeda dari yang lain dan dapat terbagi-bagi. Lingkungan desa pun mempunyai cerita yang panjanf untuk dapat mengatur tujuan mereka, yaitu rekreasi dan hubungan simbolis agar dapat memberikan dampak yang penting diantara lingkungan dan aktivitas dari desa tersebut. Dari sekian banyaknya atau 10 hingga ratusan perusahaan dan masyarakat yang memperkasai, beberapa yang terdaftar local maupun regional seperti pengurus pariwisata dan otoritasnya sementara yang lain tidak. Pemandangan desa pun sangat menarik untuk rekreasi dan kesenangan terutama bagi orang-orang elite loh…
– Berbagai ragam dari aktivitas pariwisata :
1. TOURING
– Hiking
– Menunggang kuda dan berkuda
– Bermotor
– Touring ke desa-desa
– Petualangan
– Bersepeda
– Menunggang keledai
– Lintas negara
2. Aktifitas Air
– Memancing
– Berenang
– Wisata terusan
– Rafting
– Berlayar
3. Kegiatan Udara
– Balon udara
– Light Aircraft
– Gantole
4. Aktivitas Olahraga (Sport)
Ada yang modifikasi alam seperti, mendaki bukit dan orintasi. Ada pula yanf modifikasi seperti tenis, golf, dan hunting.
5. Aktifitas Budaya
– Arkeologi
– Studi tentang warisan desa
– Local industri
– Pertanian
– Museum
– Budaya, gastronomi dan liannya
6. Aktivitas kesehatan (Healt)
– Fitnes dan spa
7. Kegiatan Pasif
– Relaksasi di perdesaan
– Studi alam di luar ruangan termasuk potografi
8. Acara ciri khas
– Festival olahraga Desa
– Pertunjuka pertanian
9. Bisni
– Pendorong wisara
– Konvensi skala kecil

Itulah beberapa ragam dari wisata desa 🙂

Apakah Kamu Tau Tentang Desa Wisata Waturaka, Ende?

1

Selamat Malam teman-teman..
Apakah kamu tau Desa Wisata Waturaka? Atau pernahkah kalian mengunjunginya?

Desa Waturaka merupakan desa wisata yang terkenal akan keindahan alam dan budayanya. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu mengatakan Desa Waturaka di Kabupaten Ende, Flores, meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik kategori alam. Desa waturaka sendiri persis berada di bawah kaki gunung Kalimutu dan dikelilingi oleh persawahan sehingga tidak heran jika desa Waturaka disebut sebagai desa yang indah akan alamnya.

Wisatawan yang berkunjung ke desa Waturaka akan dimanjakan dengan keindahan pegunungan yang merupakan salah satu penghasil tanaman Holtikultura terbaik di wilayah NTT.

Apa saja yang ada di Desa Waturaka, yaitu terdapat beberapa wisata alam yang indah seperti danau Kalimutu yang terkenal dengan danau 3 warnanya. Lalu ada air panas Kolorongo, dan air terjun Muru.

Desa Waturaka sangat mengedepankam nilai-nilai budaya setempat. Desa Wisata Waturaka dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan masyarakat dari desa wisata Waturaka. Desa wisata Waturaka memiliki fasilitator yaiti bernama Fernandos CBT dari Swisscontact.
Desa ini sudah berturut-turu mendapat penghargaan dari tahun 2014-2015 lohh… sebagai desa terbaik sekabupaten Ende, Flores. Desa Waturaka sudah terdapat 15 homestay dan keunikan yang ada di desa ini selain keindahan alamnya, Wisatawan akan merasakan ke original dan suasana dari masyarakat asli desa Waturaka. Wisatawan akan disambut dengan hangat oleh masyarakat lokal untuk makan bersama dan disedia homestay untuk menginap bersama masyarakat lokal dari Desa Waturaka.

Nah bagaimana teman-teman, tertarik bukan untuk mengunjungi Desa Waturaka? Semoga bermanfaat yaa… 🙂

Nama Kelompok Desa Waturaka Ende :
1. Annisa Mutia
2. Bella Almira
3. Berliana Puspita
Resume Manajemen Desa Wisata.

Apa itu Community Based Tourism Handbook (CBT) ?

0

Community Based Tourism Handbook
Community Based Tourism (CBT) atau sama dengan Pariwisata berbasis komunitas adalah sebuah type yang unik dari pariwisata dengan karakteristik yang sedikit berbeda dari pariwisata masal. CBT bukan sebuah pariwisata yang berupa bisnis, bahwa mempunyai maksud untuk memperbesar keuntungan bagi para investor. Agak, itu lebih memprihatinkan dengan dampak dari pariwisata di dalam masyarakat dan lingkungan. CBT muncul dari sebuah Strategi pengembangan masyarakat, digunakan oleh pariwisata sebagai alat untuk kekuatan agar dapat berkelanjutan dari organisasi masyarakat perdesaan yang mana mengatur sumber pariwisata dengan partisipasi dari masyarakat lokal itu sendiri. Bagaimana pun juga, CBT jauh dari kesempurnaan, solusi prepackaged untuk masalah masyarakat. Yang lebih penting lagi,masyarakat seharusnya mempunyai kekuatan untuk memodifikasi atau menangguhkan CBT, seharusnya juga itu tumbuh melebihi kapasitas menajemen dari komunitas atau akan membawa dampak buruk yang tidak terkendalikan.

Beberapa prinsip yang membangun dari konsep CBT, dan jalan komunitas tuan rumah
bisa menggunakan pariwisata sebagai alat untuk pengembangan masyarakat, CBT seharusnya:
1. Dapat dikenali, support dan mempromosikan pemilik komunitas dari pariwisata
2. Terlihat babagian masyarakat dari awal sampai ke setiap aspek
3. Mempromosikan kebanggaan masyarakat
4. Meperbaiki kualitas hidup
5. Menjamin kelanjutan lingkungan
6. Melayani keunikan karakter dan budaya dari wilayah lokalnya
7. Mendorong pembelajaran lintas budaya dan mematuhi perbedaan budaya serta menghormati manusia
8. Mendistribusikan keuntungan antara member dari komunitas
9. Mendistribusikan persentasi dari pendapatan projek komunitas

1.1 Definisi dari Community Based Tourism (CBT)
CBT adalah pariwisata yang menunjukkan lingkungan, sosial dan udaya yang berkelanjutan ke akunnya, itu mengatur dan dari kmounitas itu sendiri, untuk komunitas dengan tujuan memungkinkan pengunjung untuk meningkatkan kesadaran dan pembelajaran tentang komunitas da cara mereka hidup.
beberapa element dari CBT:
1. Alam dan Sumber Budaya
2. Organisasi komunitas3.
3. Manajemen
4. Aktivitas pembelajaran pariwisata dan pelayanan

1.2 Ketentuan dan Definisi dari Tipe Pariwisata yang mirip dengan CBT
1. Ekowisata, merupakan “tanggungjawab perjalanan” di area yang mengandung sumber alam yang mana karakteristik proses endemik dan budaya atau sumber sejarah yang sudah terintregitas ke dalam satu sistem analogical. Itu bertujuan untuk membuat kesadaran antara partai yang bersangkutan atau yang mmebutuhkan dan tindakan penggunakan dari ekosistem sebaliknya. Dan seperti orientasi tehadap partisipasi komunitas sebaik ketentuan dari gabungan pengalaman di pariwisata berkelanjutan dan menajemen lingkungan (The Tourism Authority or Thailand, 1997)
– Element dari Ekowisata
1. Tempat
2. Menajemen
3. Proses dan Aktivitas
4. Partisipasi
– Perbedaan antara Ekowisata dan CBT:
1. CBT, Manajemen yang bertanggung jawab atas lingkungan, sumber alam, sistem sosial dan budaya dengan menjawab kebutuhan dari komunitas.
2. Ekowisata, Menajemen yang bertanggung jawab dari atraksi alam, budaya lokal dan keunikan kualitas dari destinasi.

1.3 CBT dan Perkembangan Masyarakat
CBT dan perkembangan masyarakat bermaksud sebagai alat untuk masyarakat dan konservasi lingkungan. Dengan alasan ini, seharusnya mengajukan pandangan “Dengan secara keseluruhan” (satu dengan meliputi keseluruhan area dari sosial, budaya, ekonomi, lingkungan dan politik untuk analisis kamu dari konten perkembangan masyrakat. Menjelaskan maksud situasi masyarakat akan membantu kamu memaksimalkan kapasitas dari CBT untuk keefektivan fakta dan kelanjutan perkembangan masyarakat.
– 5 Prinsip Aspek dari pengembangan masyarakat:
1. Sosial
2. Budaya
3. Ekonomi
4. Politikal
5. Lingkungan

1.4 Proses dan Fasilitas Perkembangan CBT
– Langkah-langkah dari membangun kapasitas untuk mengatur pariwisata sebagai berikut:
1. Memilih destinasi
2. Melengkapi kemungkinan belajar di perusahaan dengan masyarakat
3. Mengatur visi dan objek dengan masyarakat
4. Mengembangkan rencana untuk persiapan masyarakat mengatur pariwisata
5. Mengatur tujuan organisasi menajemen
6. Mendesign program perjalanan
7. Melatih panduan intrepeksif
8. Pengembangan rencana pemasaran
9. Meluncurkan sebuah program perjalanan
10. Memonitor dan evaluasi proses

Ini versi bahasa Indonesia ya guys…
Termakasih 🙂

Sumber: Community Based Tourism Handbook By Potjana Suansri