Karakter Dewi Kunti dalam Pewayangan Mahabarata, Apakah mirip dengan kamu??

Apakah kalian tau bagaimana karakter Dewi Kunti dalam pewayangan?

A. Ciri-ciri fisik Dewi Kunti dalam pewayangan,
klasik_kunti

     Dewi Kunti tergolong tokoh putren luruh dengan posisi muka tumungkul, bermata liyepen, hidung lancip dan dengan mulut salitan. Bermahkotakan gulung keling dengan hiasan jamang sadasaler, sumping prabangayun. Tubuh dewi Kunti berbusana putren dengan memakai semekan, pinjung dan sampir bermotif bludiran. Dodot yang dipakai bermotif parang rusak seling gurdha dengan kain panjang bermotif cindhe puspita. Ada penggambaran sinom yang menghiasi dahinya. Tokoh Dewi Kunti ditampilkan polos tanpa perhiasan. Umumnya muka dan badannya gembleng.

B. Asal Muasal Dewi Kunti

            Dewi Kunti merupakan tokoh perempuan dalam pewayangan yang setia di dalam cerita Mahabaratha. Dewi Kunti memiliki 5 anak yaitu Pandhawa (Yudistira,Bima,Arjuna,Nakula dan Sadewa). Dahulu nama kecil dari Dewi Kunti adalah Perta. Dewi Kunti memiliki karakter sebagai putri yang memiliki budi pekerti luhur, berbakti kepada kedua orang tuanya dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama. Dewi Kunti ini merupakan anak dari Surasena yaitu raja wangsa Yadewa. Namun pada saat Dewi Kunti masih kecil, ia dipungut atau diasuh oleh raja Kuntiboja. Karena raja tersebut tidak bisa memiliki anak maka dari itu raja Kuntiboja memungut Dewi Kunti untuk dijadikan sebagai anaknya. Dan karena itu juga akhirnya nama Perta berubah menjadi Kunti yang berarti anak dari raja Kuntiboja. Dewi Kunti memiliki saudara seperti Basudewa, ayah dari Baladewa, dan Sembrada.

C. Cerita singkat tentang Dewi Kunti

         Sebelum Dewi Kunti menikah, ia memiliki anugerah yang diberikan kepada Resi Durwasa karena Dewi Kunti sudah berbaik hati memberikan makanan yang lezat kepada Resi tersebut pada saat Resi Durwasa datang mengunjungi Raja Kuntiboja. Karena kebaikan hati dari Dewi Kunti, Resi Durwasa memberikan ajian atau sebuah mantra Aji Gineng. Mantra tersebut merupakan anugerah yang diberikan untuk Dewi Kunti yang nantinya akan menyelamatkan kelangsungan Dinasti Bharata. Saat Dewi Kunti sudah beranjak dewasa, ia penasaran dengan ajian atau anugerah yang diberikan oleh Resi Durwasa pada waktu itu. Dewi kunti amat sangat ingin tau apakah mantra tersebut ampuh atau tidak sehingga ia memcoba untuk menguji keampuhan dari mantra tersebut. Dewi Kunti mulai memperhatika Dewa Surya dan kemudian memanggilnya. Dewi Kunti menggunakan mantra Aji Gineng, akibatnya Dewi Kunti mendapatkan anugerah yaitu seorang anak laki-laki. Karena pada waktu itu Dewi Kunti belum bersuami akhirnya anak anugerah dari mantra tersebut ia hanyutkan ke sungai Gangga. Dewi Kunti menikah dengan Raden Pandu dan memiliki 3 anak yang bernama Yudistira, Arjuna dan Bima. Ia pun menjadi ibu asuh dari Nakula dan Sadewa sebagaimana anaknya sendiri . Nakula dan Sadewa merupakan anak dari istri kedua Raden Pandu yaitu Dewi Madrim.

                Sebelum perang Baratayudha  dimulai, Kunti diberitahu oleh Krisna tentang anaknya yang ia hanyutkan di sungai Gangga. Dewi kunti diberitahu bahwa Adipati Karno adalah putranya dari Dewa Surya. Sebenarnya Dewi Kunti sudah menduganya dari anting dan baju yang dipakai Adipati Karno. Anting dan baju tersebut merupakanj pemberian dari Dewa Surya yang dihayutkan bersama Adipati Karno pada saat masih bayi. Dengan rasa rindu dan berdosa Dewi Kunti menemui Adipati Karno yang sedang bersemedi di tepi sungai Gangga. Ia menunggu sampai Adipati Karno selesai melakukan persemediaannya. Adipati Karno yang melihat seorang wanita bangsawan kemudia menghampiri Dewi Kunti dan menanyakan maksud atau tujuannya. Mereka memulai berbicara empat mata dan Dewi Kunti pun menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Adipati Karno. Dewi kunti dengan tangisan pilunya memohon kepada Adipati Karno untuk kembali dan berkumpul kepada saudara-saudaranya. Akan tetapi karena Adipati Karno sudah terikat janji setia kepada Duryudana yang telah mengangkat harkat dan mertabatnya dari seorang sudra anak kusir yang dihina menjadi seorang bangsawan yang terhormat. Akan tetapi Adipati Karno berjanji kepada Ibunya Dewi Kunti tidak akan memerangi saudara-saudaranya kecuali Arjuna dan tetap menjadikan Pandawa tetap lima.

D. Akhir kisah hidup dari Dewi Kunti

                Setelah  perang Baratayudha berakhir, Dewi Kunti berpamitan kepada anak-anaknya untuk meninggalkan keduniawian dan lebih mendekatkan dirinya kepada Sang Hyang Widhi bersama dengan Drestarastra dan Gandari. Dewi Kunti akhirnya meninggalkan istana untuk pergi menuju hutan ditepian sungai Gangga. Pada saat kebakaran di hutan Dewi Kunti dan sepupunya yang ikut bertapa akhirnya meninggal akibat dari kebakaran hutan tersebut.

E. Sifat-sifat Dewi Kunti Baik dan Buruknya

             Nah itu merupakan cerita dan keunikan dari Dewi Kunti yang memiliki anugerah dapat mempunyai anak tanpa melakukan hubungan badan. Kemudian sifat yang sangat mirip dengan saya sang penulis blog ini adalah penurut terutama dengan orangtuanya. Dewi Kunti pada saat masih kecil sangat nurut dengan orangtuanya baik orangtua aslinya maupun Raja Kuntiboja orangtua angkatnya. Kemudia Dewi Kunti sangat setia kepada Raden Pandu, begitupun dengan saya. Saya adalah orang yang setia kepada pasangan walaupun sekarang saya tidak memiliki seorang pasangan hehe.. kemudian sifat yang sangat mirip dengan saya adalah Dewi Kunti sangat keibuan dalam merawat anak-anaknya baik itu anak aslinya dengan Raden Pandu maupun anak asuhnya dari istri kedua Raden Pandu. Saya suka sekali merawat anak kecil yaitu saudara maupun keponakan saya. Dahulu saya merawat keponakan saya selama beberapa tahun dan dari situlah timbul rasa keibuan saya sampai sekarang dengan penuh kasih sayang.

            Dari beberapa sifat baiknya Dewi Kunti tedapat sifat buruknya yang benar-benar mirip dengan saya yaitu rasa penasaran yang tinggi dan asal main coba-coba saja. Dewi Kunti sangat penasaran dengan matra yang diberikan oleh Resi Durwasa. Begitupun dengan saya yang suka sekali penasaran dengan segala hal di dalam hidup saya yang tidak jarang saya sering menyesal telah mencoba mencari tau tentang rasa penasaran saya.

F. Selesai…..

Yappp…. Sekian cerita kemiripan saya dengan tokoh pewayangan Dewi Kunti. Bagaimana dengan kalian apakah ada kemiripan??

Semoga dari cerita Dewi Kunti diatas dapat kita pelajari hikmahnya yaa teman-teman Sekian dan Terimakasih.

G. SUMBER

nuradiwibowo02.blogspot.com
http://id.m.wikipedia.org>wiki>kunti
https://wayang.wordpress.com>dewi-kunti
https://m.facebook.com>albert-usada<img klasik_kunti

Tinggalkan komentar