Apa Itu Pemberdayaan Masyarakat?

0

Pemberdayaan Masyarakat

A. Definisi Pemberdayaan Masyarakat
Pengertian dasar pemberdayaan atau memberdayakan adalah mendirikan dan memampukan masyarakat sekitar. Secara terminologi arti kata “Pemberdayaan” diambil dari Bahasa Inggris yaitu “Empowerment” dari kata dasar ‘power’ berarti daya atau ‘kekuatan’. Namun secara konseptual , pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat, dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.

So, dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa :
“Pemberdayaan merupakan upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan/daya pihak-pihak yang kurang/tidak berdaya”

Pemberdayaan selalu mengandung arti bahwa,
– Pengurangan atau pemindahan power atau upaya melakukan disempowerment pihak-pihak yang memiliki power
– Penyerahan atau penambahan power kepada pihak-pihak yang diberdayakan
Pemberdayaan essensinya merupakan pemberdayaan. Ini berarti bahwa semakin mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, lebih berdaya menolong dirinya sendiri, semakin berperan dalam memperkuatkan kohesi sosial dalam tatanan masyarakat yang lebih baik, semakin berdaya saing dalam tatanan masyarakat ekonomi yang lebih.

1. Upaya dari pemberdayaan ini dapat dikatakan sebagai :
a. Memberikan daya atau kekuatan kepada seseorang atau kelompok
b. Membiarkan mereka untuk menguasai serta menggunakan kekuatan atau daya
c. Pemberdayaan dapat pula dimaknai sebagai upaya distribusi-ulang daya atau kekuatan

2. Pilar dari Pemberdayaan
a. Pemungkinan (enabling)
b. Penguatan (strengthening)
c. Perlindungan (protecting)
Disini berarti dengan adanya pemberdayaan tersebut kita dapat memungkinkan suatu desa wisata tersebut untuk terus berkembang dan maju atau semakin berdaya. Dengan adanya penguatan berarti kita dapat menguatkan dengan melakukan berbagai cara agar desa wisata yang sudah berdaya terus kuat untuk tetap berdaya. Kemudian perlindungan dengan sudahnya dikuatkan dan berdaya bukan berarti sudah cukup kita harus tetap melindungi dengan melakukan cara agar desa wisata tersebut bisa berdaya.

3. Prinsip Pemberdayaan
a. Kepemimpinan
b. Kemitraan
c. Patungan
d. Keswadayaan

Semoga Bermanfaat buat teman-teman 🙂

Berwisata ke Tempat Ciung Wanara yang Merupakan Cerita Rakyat Sunda

0

Yap! Gimana kabar kalian semuanya? Semoga selalu sehat terus ya, hehe…

282830_108492962660899_495723688_n

Foto saat berada di Ciung Wanara bersama keluarga

Disini saya akan menuliskan blog saya yang ketiga kalinya, tepatnya di Ciung Wanara. Apakah kalian pernah mengunjungi Ciung Wanara? Jika kalian mendengarkan tentang Ciung Wanara pasti hal pertama yang akan kalian jawab adalah tentang cerita rakyat yang ada di daerah Sunda. Tapi apakah kalian tahu bahwa di tempat wisata Ciung Wanara banyak mengandung unsur cerita mistos? Kali ini saya akan menceritakan tentang travelling saya ke tempat Ciung Wanara. Apakah benar ada unsur mitos di Ciung Wanara?

photogrid_1481107537692

Sungai Citanduy

Ciung wanara merupakan sebuah tempat bersejarah yang mengisahkan tentang cerita rakyat dari Sunda. Tempat ini berada di Desa Karangkamulyan kecamatan Cijeunjing, Ciamis, Jawa Barat. Ciung Wanara merupakan tempat peninggalan pada jaman Hindhu-Budha. Banyak beberapa mitos yang sebagian besar warga Ciamis atau sekitarnya mempercayai dengan mitos tersebut. Salah satu mitos yang paling terkenal di Ciung Wanara adalah sebagai tempat pertemuan tiga sungai yang di dalam sungai tersebut terdapat buaya putih, yaitu sungai Citanduy. Percaya tidak percaya bagi warga yang sudah lama di sekitar sini sudah lama mempercayainya. Kemudian adanya ratusan monyet yang jika kalian datang ke sini pada pagi hari, kalian bisa melihat dan menemukan ratusan monyet yang menghampiri kalian saat berkunjung ke Ciung Wanara. Tetapi ketika waktu siang hari sampai sore hari, entah mengapa para monyet yang jumlahnya banyak tiba-tiba saja menghilang. Saya berkunjung ke Ciung Wanara waktu pagi hari dengan disambut oleh para monyet yang siap seakan-akan ingin mencuri makanan yang saya dan saudara saya bawa. Ketika saya hendak pulang siang harinya para monyet itu entah kemana. Menurut warga disini memang mereka seperti menghilang pada siang sampai sore hari dan baru akan muncul pada pagi harinya. Menurut warga perginya monyet tersebut seakan-akan sebagai prajurit yang menjaga tempat bersejarah ini adalah mitos.

photogrid_14811189479071

Membahas tentang cerita dari Ciung Wanara ini sebagai tempat tinggal dari Pangeran Galuh. Disini saya tidak akan banyak membahas tentang cerita dari pangeran Galuh atau tentang kerajaan Galuh. Tetapi saya akan membahas mitos yang ada di dalamnya, yaitu mengenai peninggalan atau bangunan yang mempunyai mitos tersendiri. Yang pertama saya temui ketika masuk Ciung Wanara ini adalah tempat singgasana dari Pangeran Galuh, atau biasa disebut dengan Batu Pangcalikan. Setelah berjalan ada sebuah tempat yang sangat unik dan penuh dengan mitos, yaitu tempat Sanghyang Bedil dan Panyabungan Hayam. Disini dulu konon ceritanya tempat untuk menyimpan senjata dan jika dilihat dari judul nama tempatnya seperti ini dulu digunakan sebagai tempat mengadu ayam. Dan mitos yang ada di sini adalah dilihat dari sebuah pohon yang bernama pohon Bungur. Pada pohon ini terdapat tonjolan pada bagian tengahnya atau sisi dari pohon bungur ini. Menurut pemandu yang ada disini mengatakan jika kamu bisa menyentuh bagian tonjolan pohon ini sambil tutup mata dari jarak sekitar 50 meter, maka semua harapan yang kamu inginkan bisa tercapai. Saat saya mencoba ternyata saya berhasil menyentuh sedangkan yang lainnya gagal. Tetapi saya tidak begitu percaya dengan mitos semacam ini.

Selanjutnya ada sebuah Lambang Peribadatan dan Cikahuripan, saya tidak mengetahui banyak tentang tempat ini. Disini hanya ada batu berbentuk bujur sangkar yang katanya sebagai tempat yang masih ada hubungannya dengan agama Hindhu-Budha. Kemudian terdapat Batu Panyandaan, Pamangkonan dan Makan Adipati Panaekan. Disini sama dengan sebelumnya yaitu Cikahuripan hanya saja batunya lebih panjang dan tinggi dan juga terdapat makan dari Adipati Panaekan. Menurut pemandu disini tempat dilahirkannya Ciung Wanara oleh Dewi Naganingrum. Setelah meleawati situs tersebut ada lagi yang namanya situ Pamangkonan. Mitos yang ada disini adalah Jika yang bisa mengangkat batu yang ada di dalam situs Pamangkonan ini berarti usaha yang kamu inginkan ke dapannya akan lancar, dan juga ada yang mengatakan kalau kamu orang yang sakti yang bisa mengangkat batu ini.

PhotoGrid_1481118982451[1].jpg

Mengapa tempat ini mitos? Padahal yang saya dapatkan ketika berwisata ke Ciung Wanara adalah sejarah tentang Ciung Wanara yang terkenal dengan Penyabungan ayamnya. Mitos yang ada disini selain yang di atas yang sudah saya ceritakan diatas adalah 1. Jangan datang sendiri ke tempat ini. Percaya tidak percaya banyak orang yang mengatakan bahwa jangan hanya seorang yang masuk ke tempat ini. Menurut warga karena tempatnya yang seperti hutan atau sekitar luas 25 hektar ditumbuhi pepohonan beraneka macam jenisnya. Apabila jalan sendiri takut kesasar didalam area yang seluas ini. Kemudian tidak boleh untuk berbicara sembarangan di tempat ini. Entah mengapa tidak boleh mungkin jika menurut saya karena ini tempat yang bersejarah atau peninggalan Kerajaan Galuh mungkin kita dianjurkan berbicara yang lebih sopan.

Itulah kisah saya saat mengunjungi tempat Ciung Wanara. Ciung Wanara merupakan tempat yang sangat bagus dan cocok buat kamu yang suka sekali dengan sejarah maupun cerita rakyat. Jangan mudah percaya dengan mitos-mitos dan percayalah kepada Tuhan YME. Terima Kasih sudah membaca…………

Referesi     : alampriangan.com

narasumber dari bapak penjaga tempat wisata Ciung Wanara.